Welcome...

salam

Friday, February 12, 2010

Hati-ati ama pesbuk !!!


Saudaraku yang semoga selalu di rahmati Allah...

Kita dihormati, kita di hargai oleh orang-orang di sekitar kita, hanya karena Allah Subhanahuwata'ala yang MENJAGA AIB kita. Sungguh, jika aib kita di beberkan tanpa ada satupun yang di tutupi, maka tidak ada satu orang pun yang mau melihat kita, ataupun hanya menganggap kita pernah "hidup".

Kita perlu BIJAK, dalam berinteraksi, khususnya dalam jejaring sosial semacam ini. Kalau artikel di atas mengatakan salah satu efeknya adalah tidak DITERIMA bekerja, itu belum seberapa, ada yang jauh lebih penting...

HARGA DIRIMU.... saudaraku...
kalau kita merasa hanya menuliskan hal-hal yang remeh-temeh dan tidak penting, yang tidak akan mempermalukan kita... Apa itu benar?

ini contoh update status :
"sifat malas, sepertinya sudah terinstall di softwareku sejak aku lahir..., membuat pekerjaan tertunda..."
terus ada komen :
"berarti keluar dari perut ibu juga telat dong lahirnya..?"

*
Seorang wanita menuliskan "Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?"------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan "mau ditemanin? Dijamin puas deh..."

*
Seorang wanita lainnya menuliskan " Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:" kemudian komen2 nakal bermunculan...

*
Ada yang menulis " bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....", ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan

*
Ada pula yang komen di wall temannya " eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu...." ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis

*
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya "habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?'----langsung berpuluh2 komen datang

*
Ada yang hanya menuliskan, "lagi bokek, kagak punya duit..."

*
( mohon maaf sebelumnya) Ada juga yang nulis " mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih"

*
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

*
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

*
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

*
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

yang dilanjutkan dengan komen yang lain, yang sebagian besar TIDAK BERMUTU...

waktu yang tersia-sia

dan SEMUA orang pun jadi tahu, kalau kita pemalas, dan kita merasa tidak malu dengan hal itu.
Ataupun status-status lain yang menceritakan kehidupan kita, ada sedikit kejadian, langsung update, mengharap ada komentar. Jadi merasa menjadi pusat perhatian, dan NARSIS yang gak ketulungan...

Apa bedanya sama ibu-ibu... atau bapak-bapak atau preman-preman yang duduk ngobrol, bergosip ria, update berita dengan yang lain, update berita orang lain??

mungkin bedanya, kita sendiri yang rela membagi bahan gosip tentang diri kita kali..

Apa pentingnya coba?
Kalo hanya sekedar silahturahmi, saling kontak, mungkin masih bisa di maklumi, tapi kalau sudah berlebihan, itu sudah tidak baik. Apapun yang berlebihan, selalu memberi dampak negatif, bahkan berlebihan dalam beribadah sekalipun. apalagi berlebihan facebookan? ya gak

Iffah-mu itu lhoo saudaraku... kemuliaanmu, yang engkau korbankan habis-habisan untuk kesenangan seperti itu. Seharusnya engkau jaga habis-habisan...

Malu adalah sebagian dari iman!!

masih gak malu juga?

pertimbangkan ini, untuk wanita/akhwat, yang senang memasang foto-fotonya di fb, silahkan bayangkan foto-fotomu di simpan dan dikoleksi oleh teman pria mu, karena ia "cinta" mungkin, karena ia terpesona dengan wajahmu mungkin, atau foto itu di manipulasi untuk menjadi foto porno?

Ini terkait dengan menjaga pandangan saudaraku... bantulah orang lain yang sedang menjaga pandangannya, dengan mengganti fotomu dengan yang lain...

saya pribadi tidak rela kalau istriku, misalnya, dinikmati fotonya oleh laki-laki lain. ya gak para suami??

untuk para lelaki, berlebihan dalam mengekspos diri, dapat membuat antum tidak dihargai lagi oleh orang sekitar, ya seperti artikel di atas... mungkin kita menjadi kurang dipercaya, ketika kita menceritakan kalau kita sering ingkar janji, sering lupa, sering telat... dan sebagainya

Meskipun lebih penting untuk memperbaiki kekurangan diri kita, namun penting untuk menjaga aib kita, memelihara rasa MALU kita.


Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah " Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?" maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab " Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini". Rasul dengan senyum teduhnya berkata "baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini". Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....


Jaga kemuliaan diri, jaga aib diri, jaga kehormatan kita.
Mari terus saling memperbaiki diri, meningkatkan takwa kita. Agar Allah subhanahuwata'ala memberikan barokah dalam kehidupan kita, dan mengijinkan kita menjali sarana menuju kejayaan Islam

dan

tentu saja
Menuju surga Allah yang indah, dengan bidadari-bidadari yang menunggu kita

Subhanallah, walhamdulillah, Allahu AKBAR!!!

artikel ini ana copas dari salah satu notes dari FB ana...

Thursday, February 11, 2010

Foto-foto ukhty dimana-mana

Foto-foto ukhty dimana-mana...

Ya.. Fenomena kedua adalah.. betapa maraknya foto-foto saudariku di dunia maya…

Wa.. agtri aja ‘kesengsem’ liat foto-foto akhwat yang cantik-cantik dan manis-manis..

Entah di picture YM, di Blog, apalagi di facebook..

Duh, ukhty… anti terlalu berharga untuk bisa dilihat semua orang..

Serius,, Percaya deh..

Ukhty, perempuan itu sangat rentan dengan yang namanya fitnah. Bahkan fitnah itu bisa datang tanpa dipancing..

Ukhty, banyak sekali penyimpangan di dunia maya, banyak foto2 akhwat yang digunakan dan diedit dengna tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak tersebut.sekadar untuk melecehkan..

Agtri bahkan menemukan tidak hanya satu situs yang melecehkan akhwat berjilbab. Dengan sekali lagi, mengedit foto tersebut dan mempublish foto tersebut di dunia maya..

MasyaAllah..bahkan ada beberapa tokoh nasional yang foto beliau diedit dan disatukan dengan gambar yang (innalillahi) tidak senonoh..

Nggak kuat ngelanjutin ceritanya..

Gini deh,

Foto-foto yang di-upload pastinya dalah foto dengan pose terbaik kan? (ya,iya… masak foto ‘nggak banget’ yang dipajang..)

Nah pose-pose terbaik itu, wa.. entah niy, ada ikhwan yang mau ngaku nggak y?? Bikin sulit jaga hati nggak ya?

Ok, cerita dikit.agtri kan biasanya suka pasang kartun akhwat di YM picture. Ada saudari yang bilang.

“agtri, cantik deh gambar akhwatnya”. Degh.. langsung kaget.. “Cantik?” tapi itu kan kartun ukh? Emang menggoda ya?

Jawaban ukhty itu, “kalau bagi saya siy menggoda..”

Lalu secepat mungkin agtri ganti dengan gambar yang lain.

Lah logikanya, kalau akhwat aja tergoda apalagi yang beda jender?

Padahal kartun ya?
Ya,mencegah lebih baik dari mengobati.. J

Agtri khawatir karena banyak yang memasang foto diri, hal tersebut menjadi sesuatu yang ‘biasa’…

“Em.. dia juga pasang foto ko..”
“Teteh itu juga..”
Hujjah seperti ini yang sering diberikan

Solusi:

· Gunakan gambar2 bintang kesukaan
· Gunakan gambar yang terkait dengan hobby kita
:)
· Sekarang semakin banyak kartun-kartun akhwat yang lucu, bisa menjadi alternatif solusi untuk menghindari fitnah dan hal-hal lain yang tidak diinginkan

Diskusi di dunia maya

Apa ya?

Intinya mah hati-hati dengan semua bentuk percakapan di dunia maya. Jangan sampai kebablasan jadi ngebicarain orang (ghibah) apalagi sampai ke Fitnah.

Astagfirullah..

Jauhkan kami dari kesia-siaan Ya Rabb…

Solusi:

· Ingat bahwa Allah melihat kita dimanapun kita berada. Mau di dunia maya, dunia nyata sama saja. Miliki kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita

· Jika memang tergolong ‘mudah terpengaruh’, jangan coba-coba untuk masuk tanpa persiapan.
Stop jika mulai merasa melenceng dari tujuan awal . . .


di copas link berikut.....


(http://aisyahkecil.wordpress.com/2008/12/27/etika- -di-dunia-maya-2/)

Friday, February 5, 2010

Ketika ikhwah jatuh cinta


Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul (atau PJ) dakwahnya, "akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan". Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. "Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung." Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana."

Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. "Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan." Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.
"Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini." sang akhwat kini mulai tersedak terbata.
"Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini". Mas’ul itu membuat keputusan, "ana akan ajak bicara langsung akh fulan"
Beberapa waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi fulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, "Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?"
Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. "Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????" Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. " Akhi.. bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan
jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan."
Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki? Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah (tingkatan) pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.
Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.
Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta `lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini," …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri.."
Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta??? jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.
Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.
Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik `asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan `misteri. Pertanyaan sederhana, "Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?", dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.
Pernyataan `Nikah dulu baru pacaran’ masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, "Bagaimana caranya, emang bisa?". Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.
Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.
Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakat tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.
Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yang berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna (Allah tujuan kami), maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah (gugur dijalan Allah). Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.
Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddah, warahmah.
wallahu’alam
diambil dari majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M

di copas dari http://beranda.blogsome.com/2006/06/29/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/