Welcome...

salam

Friday, March 11, 2011

gempa 8.9 SR dan tsunami menghantam jepang

Wednesday, February 9, 2011

Dia Yang Tak Pernah Meninggalkanmu

Sedih sesedih sedihnya, hancur sehancur-hancurnya. Kadang inilah yang terjadi jika menggantungkan cinta dan harapan kepada makhluk. Terlalu mudah baginya untuk berhianat, terlalu mudah baginya untuk menyakiti dan mengecewakan karena cintanya fana, kasih sayangnya fana dan kata-katanya fana. Mungkin semua terjadi karena kelemahan kami dan kita sebagai manusia...

Seseorang berkata sayang dan cinta lalu menggantungkan kata-kata yang seolah-olah membuai hati yang hanya segumpal...menghadirkan kebahagiaan yang fana, sementara dan tidak kekal... karena pada saat itu kita menggantungkan harapan dan cinta kepada manusia yang hati dan fikirannya berbeda-beda... ntah dia memakai hatinya atau tidak!!! Entah dia mencintai karena Allah atau tidak!!!!!

Berbeda jika kita menggantungkan cinta dan harapan kepada sang Maha Besar, kepada sang Maha Pemilik Cinta,!!!

Tak akan ada kekecewaan, tak akan ada air mata duka, tak akan ada air mata cinta...

Terkadang cinta fana itu hanya sekedar kata-kata yang membuat orang lain terkadang tak rela, membuatmu terlena, dan hasil akhirnya terkadang mampu membuatmu menangis sejadi-jadinya...

"Sang Maha " pencintamu tak akan menyakitimu seperti ini, "Sang Maha" pencintamu tak akan berhianat akan perasaannya seperti ini... "Sang Maha" pencintamu tak akan meninggalkanmu seperti ini..

Siapapun tak akan mampu menyakitimu begitu dalam karena cintaNya kepadamu, siapapun tidak akan mampu menyakitimu begitu dalam karena cintaNya kepadamu...!!!!! Dia A L L A H....!!!!

Serahkan urusan ini kepadaNya agar mereka yang menyakitimu bungkam!!!

D U K A itu datang karena kesalahanmu sendiri, menggantungkan cinta dan kasih sayang bukan pada pemilik cinta dan terkadang kau tidak mengerti karena hati itu mati...

Cinta yang utuh kepada makluk akan hadir jika kecintaan kepada Allah lebih dulu ditancapkan, di hati dan fikiran...Lalu Sang Pemilik Cinta itu akan menuntunmu kepada seseorang yang mencintaimu karena Allah saja..karena Allah saja...!!!!

Mintalah cinta itu kepada Sang Maha Pemilik Cinta, insyaAllah kau tidak akan kecewa karenanya...

==================================================================

Semoga bermanfaat,

Monday, February 7, 2011

Hingga tiba hari itu…

Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara

Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu

Bagaimana bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan segala yang ada akan kembali pada-Nya

Kutipan lagu opick yang merupakan lagu kesukaan saya selalu saja membuathati ini menangis.

Menangis karena betapa lalainya saya selama ini. Karena tumpukan dosa-dosa yang saya lakukan.

Butuh proses memahami aturan Allah yang begitu indah. Aturan-Nya yang menginginkan hamba-Nya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Aturan-Nya yang menginginkan kebaikan, kehormatan dan kemuliaan bagi hamba-Nya. Yang sering kali diremehkan dan didustakan… yang membuat manusia yang hina semakin hina karena membangkang pada ayat-ayat Allah…

Hingga tiba hari itu…

Manusia berjalan dengan kepala yang ditegakkan, mengejar kenikmatan dunia, bersedia melakukan apa saja, dengan jalan apa saja, untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia. Berbangga dengan pujian-pujian manusia yang sebenarnya tidak berarti apa-apa. Karena Allah telah menutupi aib-aibnya di depan mata manusia. Sehingga yang tampak yang indah-indahnya saja. Berbangga dengan kesuksesan yang telah diraih dan lupa untuk bersyukur padahal dengan sekejap saja, dengan begitu mudahnya Allah membinasakan itu semua. Manusia dengan sombongnya merasa lebih dari yang lain, padahal setiap individu, S-E-T-I-A-P individu berhak untuk dihargai. Siapapun dia. Dengan seenaknya meremehkan orang lain padahal dirinya begitu kecil di hadapan Allah.

Hingga tiba hari itu…

Manusia terkadang lupa bahwa pada hakikatnya mereka pun akan mati. Meninggalkan jasad yang selama ini diagungkannya. Meninggalkan sesamanya yang barangkali dalam hidupnya pernah disakitinya, orang-orang yang terluka dengan sikapnya yang barangkali saja mendoakan semua hal yang buruk untuknya, yang semakin mempersulit kehidupan di alam kuburnya, meninggalkan karir yang mati-matian ia kejar, meninggalkan tumpukan dosa yang sungguh bertumpuk-tumpuk yang akan ia pertanggungjawabkan.

Hingga tiba hari itu…

Manusia menertawakan dan mencemooh manusia lainnya yang ingin menjadi orang yang lebih baik, manusia malu mengakui ia ingin menjadi orang yang lebih baik, Malu karena tanpa ia sadari ia telah berada di tengah-tengah kehidupan yang menuntunnya untuk menuju kebinasaan. Menuju siksaan yang sakitnya tak kan pernah mereka bayangkan. Manusia melewatkan begitu saja peringatan-peringatan Allah yang terangkum dalam sebaik-baiknya bacaan, tanpa setetes airmata pun mengalir di pipinya. Hati yang sedemikian keras, seperti batu, karena kehidupan dunia melenakannya.

Masih ada waktu…

Hingga tiba hari itu…

“Bila waktu tlah terhenti teman sejati tinggallahsepi …”

Doaku untuk ukhti-ku…

Kusapa saudari-saudari yang kucinta dengan sekuntum doa yang kubisikkan pelan pada Rabb-ku…

Kau yang memberikan senyuman penuh kasih dan rengkuhan terhangatmu

Kau yang memiliki kesucian hati

yang tidak tercemar dengan kebencian dan iri hati

Kau yang memiliki lidah yang selalu bersih

Kau yang memiliki jiwa yang jujur

Kau yang mengajarkanku tentang arti sebuah keimanan

Keimanan yang menghasilkan keterarahanku dalam menjalani hidup ini

Keterarahan yang menghasilkan orientasi yang jelas dalam menapaki hidupku

Kau yang begitu menjaga kesucianmu

Yang diam-diam membuatku begitu iri karena sikapmu yang begitu terjaga

Kau dengan lambaian jilbabmu yang begitu lembut,

Mengajarkan padaku bagaimana Islam telah memposisikan wanita dengan begitu terhormatnya

Mengajarkan padaku begaimana Islam telah memposisikan wanita dengan begitu mulianya

Kau dengan ketinggian akhlakmu,

Menuntunku menuju Rabb-ku…

Membuatku menemukan betapa indahnya hidupku dalam cahaya Islam

Membantuku memahami sedikit demi sedikit ayat-ayat Allah yang dulu begitu kudustakan

Kau yang memiliki kata-kata baik dan sikap yang santun,

Kau yang menyadari petunjuk allah dan senantiasa takut padaNya

Kau yang tidak pernah marah selain karena Allah, agama dan kehormatanmu

Kau yang memiliki jiwa-jiwa yang bahagia

Yang memiliki kematangan jiwa dan kebijaksanaan pribadi

Semua yang pada padamu

Perlahan

Setahap demi setahap

Pada akhirnya mampu menjangkau hatiku

Kureguk hidayah lewat sosokmu

Ketika hati tak teguh dan muncul rasa ragu

Kau yang meneguhkan hatiku,

Kau yang meluruskan langkahku

Kuceritakan semua duka

Kuteteskan airmata

Kuadukan kelelahan hatiku

Kejenuhan jiwaku

Kusampaikan lukaku

Kaulah wanita tercantik yang terus mengasihiku, yang terus memberikan kekuatan dalam doa dan pengharapan padaku

Kau yang terus, hingga detik ini, mengingatkanku, mengalirkan cinta tulusmu padaku

Lewat perbuatanmu, tulisanmu, lisanmu, hatimu, lewat doamu…

Kaulah saudariku, yang selalu menginginkan kebaikan untukku, yang selalu membantuku menuju surga-Nya, yang selalu mengingatkanku pada Rabb-ku.

Maka apa yang pantas kulakukan untuk wanita sepertimu,

Yang selalu menanamkan kecintaan pada kebaikan pada diri manusia

Pada mereka

padaku

Selain bisikan doa yang tulus dari bagian terdalam hatiku,

“Ya Rabb…

Cintai dia dengan rengkuhan mahabbah pada-Mu,

Lindungi dia dengan sayap-sayap akhlak sesuai syariat-Mu,

Berkahi dia dalam detik-detik nafas untuk mengharap ridho-Mu,

Biarkan ia meneguk keindahan cinta-Mu

Jadikan ia bidadari surga-Mu…”

Doa itu pantas untuk wanita sepertimu.

Wanita tercantik kepunyaan Allah…

Terimakasih ukh… untuk semuanya…

Uhibbuki fillah…

Selamanya cinta,

Izinkan Aku Mencintai-Mu Dengan Sederhana


Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, walau kadang masih juga kutemukan cinta tertinggi bukan untukMu. Ketika kurasakan gelisah membadai, kakiku mengambang tiada menjejak bumi, saat kuterhempas dalam jurang cinta pada duniaMu Ilahi, Kucoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali, meratap, memohon dan menghibaMu. Perkenankan aku mencintaiMu dengan semampuku.....

Ilahi, aku tak sanggup mencintaimu dengan kesabaran menangung derita nabi ayyub, yusuf, musa, isa hingga muhammad.
karena itu izinkan aku mencintaiMu melalui keluh kesah pengaduan yang hanya kutujukan kepadaMu bukan kepada mahlukMu atas derita jasad dan batinku.... Rabbi, aku tak sangup mencintaiMu seperti abu bakar yang menyerahkan hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasulmu untuk keluarganya. Pun aku tak mampu mencintai layaknya sahabat umar yang menyerahkan separoh hartanya di jalanMu atau ustman dengan kafilah dagang dan perniagaannya. Izinkan aku mencintaiMu dengan beberapa lembar dan keping yang kuinfakkan di jalanMu. Ilahi, aku belum mampu mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat hingga tak terasa anak panah musuh menghunjam di kakinya. Karena itu ya Allah, perkenankan aku mencintaiMu dalam shalat yang coba kudirikan terbata bata, dalam satu-dua rakaat lailku, dalam satu dua sunnah nafilaMu .....

Yaa rahman, aku tak sanggup mencintaiMu bagai para hafidz hafidzah yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankan aku tetap mencintaiMu melalui selembar dua lembar tilawah harianku dalam satu dua ayat hafalan qur`anku.....

Yaa rahiim, aku belum sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah yang mempersembahkan jiwa demi tegakNya DienMu. Semisal para syuhada yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankan aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Izinkan aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.....

Allahu kariim, aku belum sanggup mencintaMu di atas segalanya, bagai ibrahim yang rela tinggalkan putra dan istrinya dan patuh mengorbankan permata hatinya. Izinkan aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, mencintai ikhwah, sahabat-sahabatku, mencintai manusia dan mencintai seluruh mahlukMu Allahu rahmanurrahiim, perkenankan aku mencintaiMu sekuat kemampuanku agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cintaMu mengalir di sepanjang nadiku. Membesar, menutupi, menepis cinta selainMu dan mendudukkannya dibawah cinta padaMu Sampai suatu saat kuingin menemuiMu memandang wajahMu dengan seluruh cinta hanya padaMu ......

Ikhwahfillah...........
Cinta adalah kekuatan terbesar untuk mampu melangkah dan berkarya. Cinta pada Allah, rasul, pada ikhwah, pada kaum muslimin. Sebesar apa cinta yang kita punya dan ingin kita punyai, hingga sering terasa berat beramal sholih? Padahal surga hanya bisa di dapat dengan cintaNya dan amal sholih.....

Kerana Cinta

Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan


~ Jalaludin Rumi ( Penyair Sufi )

Monday, January 31, 2011

Penantian

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa pun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati & cintaku, membuatku tersedar dari lenaku yang panjang.

Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga marwah & mahkota diriku karena Allah Ta`ala telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga & mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.

Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun kerana aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apalagi memahami mereka. Kerana itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah kerana rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.

Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sekuat mungkin melarikan pandanganku dari lelaki 'asing karena Aisyah Radhiyallahu `Anha pernah berpesan,

“Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang & tidak dipandang oleh lelaki”

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan ku jawab di hadapan Allah Ta`ala kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki & menghias peribadiku kerana itulah yang dituntut oleh Allah Ta`ala. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah Ta`ala telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi & disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu kerana ia semata-mata untukmu. Allah Ta`ala telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati & perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang penuh.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah Ta`ala saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sehatku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf (alaihisallam), juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman (alaihisallam), atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad (shalallahu 'alaihi wasallam) yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah Ta`ala pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah Ta`ala. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu kerana kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah Ta`ala tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah Ta`ala dengan kemenangan atau syahid itu. Akan ku keringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah Ta`ala dengan sepenuh hatimu kerana dengan mencintai Allah Ta`ala, kau akan mencintaiku kerana-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

“PELIHARALAH DIRI & JAGA KESUCIAN"